Minggu, 03 November 2013

5 (LIMA) ALASAN KENAPA ANGGOTA DPR TIDUR WAKTU SIDANG/RAPAT

Mari kita jujur dulu—setiap kali kamera TV nangkep anggota DPR lagi tidur di tengah sidang, rakyat otomatis refleks bilang: “Enak banget kerja dibayar buat tidur.” Tapi… gimana kalau ternyata ada alasan logis di balik itu semua?




1› KELELAHAN AKUT AKIBAT BEBAN KERJA… POLITIK.

Jangan salah, bro. Jadi politisi tuh berat—bukan karena mikirin rakyat, tapi karena harus mikirin gimana caranya tetap kelihatan peduli sama rakyat.
Bayangin aja: pagi rapat fraksi, siang konferensi pers, malam nongkrong di TV buat debat receh. Energi habis bukan buat legislasi, tapi buat damage control.
Jadi kalau pas rapat badan rebah, itu mungkin bukan malas… cuma burnout karena pencitraan berlebihan.


2› RUANG RAPAT = TEMPAT TERNYAMAN KEDUA SETELAH SPA.

Kursi empuk, AC dingin, pencahayaan lembut, dan suara pembicara monoton yang lebih efektif dari white noise.
Jujur aja, atmosfer ruang rapat DPR itu tidur-able banget.
Kayak kombinasi antara pesawat first class dan kamar hotel murah di tengah meeting boring.
Lo pun bakal kalah sama gravitasi kalau duduk di situ dua jam sambil denger laporan anggaran yang bahkan Tuhan pun mungkin nggak tertarik bahas.


3› KARENA MEREKA SUDAH TERBANGUN SECARA POLITIK.

Menurut teori konspirasi politikus: kalau lo udah melek secara politik, tubuh lo nggak perlu melek secara fisik.
Jadi waktu mata mereka merem, sebenarnya otaknya lagi mikirin strategi elektoral lima tahun ke depan, sambil ngitung peluang tender dan posisi aman di reshuffle kabinet.
Itu bukan tidur. Itu “meditasi legislatif tingkat lanjut.”


4› MIKROFON NGGAK PERNAH NANYA, “ANDA MASIH DI SINI?”

Beda sama meeting kantor rakyat biasa. Di DPR, nggak ada host yang ngecek “Halo Pak, masih nyimak ya?”
Jadi begitu sesi debat mulai muter ke topik yang sama kayak lima rapat sebelumnya, banyak yang langsung auto-pilot.
Dan karena nggak ada risiko dipecat gara-gara ngantuk, ya tidur jadi pilihan paling rasional. Toh, keputusan akhir biasanya udah disepakati sebelum rapat dimulai.


5› MIMPI ADALAH TEMPAT TERBAIK UNTUK MELIHAT RAKYAT SEJAHTERA.

Ini alasan paling jujur. Di dunia nyata, inflasi naik, korupsi subur, dan gaji anggota DPR makin gede.
Jadi mungkin… satu-satunya cara mereka bisa melihat rakyat bahagia hanyalah di dalam mimpi.
Tidur bukan bentuk kemalasan—itu bentuk pelarian eksistensial.


Penutup:

Mungkin kita salah kaprah menilai. Mungkin anggota DPR yang tidur itu justru paling jujur—mereka tahu, lebih baik tidur daripada pura-pura kerja.
Dan siapa tahu, di alam mimpi itu, mereka sedang menyusun rancangan undang-undang paling mulia yang nggak akan pernah lahir di dunia nyata.

Share:

0 comments:

Posting Komentar