Selamat datang di Interlude. Ini tempat gue nyimpen hal-hal yang gak pernah berhasil gue ucapin dengan lantang. Tempat gue ngaku sama diri sendiri bahwa kepala gue sering berisik, hati gue sering nyasar, dan hidup gak selalu punya ritme yang bisa gue ikutin.
Gue nulis karena kalau semuanya dipendem, rasanya kayak ada ruang dalam diri yang pelan-pelan runtuh. Jadi di sini, gue biarin diri gue jujur tanpa sensor: kegelisahan, luka kecil yang gak sembuh-sembuh, rasa capek yang gak bisa dijelasin, dan pikiran-pikiran yang cuma tenang kalau dituangkan dalam kata.
Blog ini gue kasih nama Interlude karena buat gue, hidup itu terlalu bising—dan setiap orang butuh jeda. Interlude itu kayak momen singkat sebelum musik meledak lagi; ruang kecil buat tarik napas sebelum dunia lanjut menggiling kita.
INTERLUDE: Life’s too loud—let’s overthink quietly
Nama itu pengingat bahwa gak apa-apa kalau kepala lo ribut. Gak apa-apa kalau lo butuh berhenti sebentar dan mikir berlebihan dalam sunyi. Kita semua butuh ruang yang gak ngehakimi.
Blog ini bukan buat nyari perhatian. Ini cuma cara gue bertahan. Dan kalau lo nyasar ke sini, mungkin lo juga lagi butuh tempat aman buat jeda—tempat yang gak maksa lo kuat, gak maksa lo baik-baik aja, dan gak maksa lo pura-pura ngerti semuanya.
Gue Sorastoria. Gue nulis buat ngerti diri gue sendiri. Dan kalau kata-kata gue nyampe ke lo, berarti kita lagi duduk di jeda yang sama, walau cuma sebentar.

0 comments:
Posting Komentar